Selasa, 01 Desember 2020


Pagi.. Matahari mulai mengintip aktifitas semua makhluk hidup, menerangi dengan radiasinya. Siapa yang belum mandi? Atau jangan-jangan ada yang belum bangun?

Pagi.. Waktu yang dimulai dengan senyuman, ketika masa lalu telah terlewati, masa depan menunggu untuk segera kembali dilewati dan dinikmati. Sebagian orang menyukainya, itulah pagi.
Pagi.. Ketika embun-embun berjatuhan, memeluk daun dan melepaskannya kepermukaan. Disini manusia mulai merasakan nikmatnya udara pagi.
Pagi.. ada yang janggal di pagi ini. Bunga-bunga yang biasanya merekah, tak rapuh diterjang arah. Kini sedikit layu.
Bunga-bunga yang layu membuat hati menjadi sendu, ragu dan malu.

Masa lalu, sebagian orang membencinya, mungkin saja semua. Ini hanya hipotesis.

Masa yang sudah berlalu membekas dan menoda dalam diri, pilu.
Ada sebagian yang menyangkal tentang masa lalu ini. Sebagian pula mencaci. Ada juga yang memahami.
Bunga-bunga itu tumbuh bermekaran, merekah dan Indah.
Bunga-bunga itu jauh dipucuk persandaran. Aku, engkau dan masa lalu.
Terlukis cerita tentang sebuah perkenalan yang sangat syarat singkat. Bertabrakan dengan masa lalu.
Tentang sebuah penerimaan yang membuat aku malu, tersipu.

Aku menatap bunga itu, pengharapan yang sempurna.
Meski bunga itu layu, ia tetap kokoh dalam tangkainya. Memeluknya dengan indah dan menerima tentang masa lalu.
Aku meragu, lagi-lagi ini masa lalu suatu hal yang sulat diterima dalam nalar, tapi dalam rasa kenapa tidak?
Aku percaya bunga itu akan kembali tersenyum, tumbuh merekah dan bergelayun dengan tawanya. Berat sekali untuk diceritakan, belum waktunya. Biarkan. Biarkan bunga itu beradaptasi dengan sendirinya, menunggu kupu-kupu kembali menghampirinya dengan pelukan yang hangat.

Aku tidak memaksakan untuk menunggu sampai bunga itu merekah dan berbuah.
Terlepas, bebas, biar aku, engkau berkelana seperti kupu-kupu yang terlihat elok.
Aku tidak memaksa, janganlah sampai ada hati yang patah karena bunga-bunga yang layu.
Bila iya, mari susunlah kepingan itu dengan cinta dan karya.
tak perlu diperdebatkan, tak perlu dipikirkan terlalu jauh, santai saja karena ini masih pagi.
Sirami bunga itu dengan rasa.
Pupuki bunga itu dengan doa.
Petiklah buahnya sampai tuhan mempertemukan kita.

Lalu ada apa dengan pagi? Apakah ada yang salah dengannya, atau karena bunga-bunga itu layu. Semoga tidak ada yang salah tentang pagi.
Bagaimana dengan pagi ini? Siapkah untuk melangkah?

Selamat Pagi. Kupu-kupu dan bunga-bunga yang layu.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar