Pagi.. Matahari
mulai mengintip aktifitas semua makhluk hidup, menerangi dengan radiasinya.
Siapa yang belum mandi? Atau jangan-jangan ada yang belum bangun?
Pagi.. Waktu yang dimulai dengan senyuman, ketika masa lalu telah terlewati, masa depan menunggu untuk segera kembali dilewati dan dinikmati. Sebagian orang menyukainya, itulah pagi.
Pagi.. Ketika
embun-embun berjatuhan, memeluk daun dan melepaskannya kepermukaan. Disini
manusia mulai merasakan nikmatnya udara pagi.
Pagi.. ada yang
janggal di pagi ini. Bunga-bunga yang biasanya merekah, tak rapuh diterjang
arah. Kini sedikit layu.
Bunga-bunga yang
layu membuat hati menjadi sendu, ragu dan malu.
Masa lalu, sebagian
orang membencinya, mungkin saja semua. Ini hanya hipotesis.
Masa yang sudah
berlalu membekas dan menoda dalam diri, pilu.
Ada sebagian yang
menyangkal tentang masa lalu ini. Sebagian pula mencaci. Ada juga yang
memahami.
Bunga-bunga itu
tumbuh bermekaran, merekah dan Indah.
Bunga-bunga itu jauh
dipucuk persandaran. Aku, engkau dan masa lalu.
Terlukis cerita
tentang sebuah perkenalan yang sangat syarat singkat. Bertabrakan dengan masa
lalu.
Tentang sebuah
penerimaan yang membuat aku malu, tersipu.
Aku menatap bunga
itu, pengharapan yang sempurna.
Meski bunga itu
layu, ia tetap kokoh dalam tangkainya. Memeluknya dengan indah dan menerima
tentang masa lalu.
Aku meragu,
lagi-lagi ini masa lalu suatu hal yang sulat diterima dalam nalar, tapi dalam
rasa kenapa tidak?
Aku percaya bunga
itu akan kembali tersenyum, tumbuh merekah dan bergelayun dengan tawanya. Berat
sekali untuk diceritakan, belum waktunya. Biarkan. Biarkan bunga itu
beradaptasi dengan sendirinya, menunggu kupu-kupu kembali menghampirinya dengan
pelukan yang hangat.
Aku tidak memaksakan
untuk menunggu sampai bunga itu merekah dan berbuah.
Terlepas, bebas,
biar aku, engkau berkelana seperti kupu-kupu yang terlihat elok.
Aku tidak memaksa,
janganlah sampai ada hati yang patah karena bunga-bunga yang layu.
Bila iya, mari
susunlah kepingan itu dengan cinta dan karya.
tak perlu diperdebatkan, tak perlu dipikirkan terlalu jauh, santai saja karena ini masih pagi.
tak perlu diperdebatkan, tak perlu dipikirkan terlalu jauh, santai saja karena ini masih pagi.
Sirami bunga itu
dengan rasa.
Pupuki bunga itu
dengan doa.
Petiklah buahnya
sampai tuhan mempertemukan kita.
Lalu ada apa dengan
pagi? Apakah ada yang salah dengannya, atau karena bunga-bunga itu layu. Semoga
tidak ada yang salah tentang pagi.
Bagaimana dengan
pagi ini? Siapkah untuk melangkah?
Selamat Pagi.
Kupu-kupu dan bunga-bunga yang layu.

0 komentar:
Posting Komentar