Sabtu, 21 November 2015


Pagi yang menjelaskan lebih baik.
Jelas aku disini paling-paling ditemani bunga-bunga yang sepi.
Separuhnya aku titipkan disana. Jauh ditinggal perasaan.
Jangan buat bunga-bunga itu layu kembali, biarlah.. Biarlah ia menanti, mengerti.
Jangan buat bunga-bunga itu berguguran, biarlah ia tumbuh dan berkembang
Karena cinta bukan dicari, seperti bunga itu sabar menanti 
tuk tumbuh lalu berkembang

Jelas sepi.
Jangan rusak pagi ini, pagiku bersamanya.
Jangan buat aku benci pagi.
Biarkan.. Biarkan aku tegar bersama pagi.

Ketika embun-embun bergelayut di dedaunan, udara melegakan
Dan mentari mengajariku semangat yang berapi
Namun seketika semua rusak pagi ini
Mentari pun enggan tuk bangkit,
Tak terpandang di ujung timur
Tinggallah aku terbangun pagi bersama awan stratus dan bunga pagi

Pagi adalah awal yang baik
Menjelaskan, memahami lebih baik
Saat pengharapan itu ditanamkan
Aku harap akan lebih baik jika kita menjaga bunga-bunga itu
Tidak perlu menggumam amarah, cemburu atau bahkan benci

Karena perasaan terlalu sensitif, rawatlah ia dengan baik
Karena pagi pun tak menyelesaikan persoalan, apalagi soal perasaan
Aku cukup mengerti, ketika tidak ada yang disembunyikan
Ketika perasaan itu cukup mewakilkan
Bunga-bunga pagi.

Dan..
Mengapa tidak saja coba kita untuk duduk tenang
Melepas penat pagi dengan secangkir kopi atau segelas susu cokelat
Ya, di pojok warung sebelah
Sembari mengharap esok adalah pagi yang lebih baik
Menatap bunga-bunga pagi, dengan wangi khasnya
Sembari mencari secercah harapan, menggapai semua mimpi-mimpi

Duduklah.. Duduklah bersamaku pagi ini
Bersama bunga-bunga pagi ini
Nikmati pagi dengan senyuman
Seperih apapun perasaanmu
Janganlah bersedih, mari..
Tersenyumlah bersamaku
Bunga-bunga pagi