Minggu, 06 Desember 2020


Di negeri sana, negeri yang bergelantungan bayangan
Kebohongan merana di istana, aku bosan
Kelu rasanya mendengar celotehan penguasa
Rasa dimana aku dan mereka berbeda
Aku manusia desa, merana merantau ke negeri orang
Rasa manis tiga atau empat hirupan saja
Melukis cinta pada satu cerita

Aku tahu.. Ada yang berlayar sore ini di ujung pandang
Menangkap ikan beradu bersama galaknya ombak
Aku tahu.. Sore ini tampak hujan
Kesan awan yang menggelayut hitam
Aku tahu.. banyak orang sibuk di perantauan petang ini
Hanya untuk menata uang hasil jerih payahnya
Aku tahu..
Kita tahu.. ada yang sedang berlari mengejar waktu
Dua orang anak manusia, pun selalu dikejar waktu

Biasanya petang ini,
aku hanya berjalan dua tiga langkah dengan ranselku, sendiri.
Lain kali ini, ada yang menemani
Ya, tampak jelas sejenis manusia
Dipojok kursi tunggu pelabuhan jawa
aku titipkan satu kantung plastik harapan
Entah apa isinya, entah apa maknanya.
Yang terpenting bukan perandaian, kita yang tahu ceritanya
Saat aku berharap. Aku menitipkan pesan jika aku tak kembali pulang
Doakan saja aku, karena aku pastinya kembali bersama tuhan

Jangan bersedih, aku berlayar tentu arah
Meski lelah tak boleh marah tapi bersyukurlah
Jadilah permata yang baik, permata bagi masa depanmu
Karena pengharapan itu baik,
Bukan sekadar mimpi siang bolong
Pengharapan bukan untuk dipermainkan
Saatnya untuk kembali menjadi lebih baik, ekspresif
Menjadi diri sederhana, lebih baik dan terbaik
Ada seorang yang menitipkan pesan padaku 

Be yourself, do the best what you can!

Disudut ruang tunggu itu
Sejengkal, dua hasta ada air mata yang menggumpal
Tak sempat tercurahkan
Ingin saja aku hapus air matanya
Banyak cerita yang kita pendam
Tak sempat terjelaskan
Tapi sayang detik itu terus berputar melebihi titik 60
Dimana saatnya aku kembali berlayar, pulang menuai mutiara
Berlari kencang menuju dermaga

Satu cerita ini di negeri penuh bayang
kutuliskan saat ku berlayar ke negeri ujung pandang
Saat permata jauh menanti disana
Kembali menyusun kepingan hati yang belum sempurna

Semoga esok kita berjumpa kembali dengan senja.

Selasa, 01 Desember 2020


Pagi.. Matahari mulai mengintip aktifitas semua makhluk hidup, menerangi dengan radiasinya. Siapa yang belum mandi? Atau jangan-jangan ada yang belum bangun?