Di negeri sana,
negeri yang bergelantungan bayangan
Kebohongan merana di
istana, aku bosan
Kelu rasanya
mendengar celotehan penguasa
Rasa dimana aku dan
mereka berbeda
Aku manusia desa,
merana merantau ke negeri orang
Rasa manis tiga atau
empat hirupan saja
Melukis cinta pada
satu cerita
Aku tahu.. Ada yang
berlayar sore ini di ujung pandang
Menangkap ikan
beradu bersama galaknya ombak
Aku tahu.. Sore ini
tampak hujan
Kesan awan yang
menggelayut hitam
Aku tahu.. banyak
orang sibuk di perantauan petang ini
Hanya untuk menata
uang hasil jerih payahnya
Aku tahu..
Kita tahu.. ada yang
sedang berlari mengejar waktu
Dua orang anak
manusia, pun selalu dikejar waktu
Biasanya petang ini,
aku hanya berjalan
dua tiga langkah dengan ranselku, sendiri.
Lain kali ini, ada
yang menemani
Ya, tampak jelas
sejenis manusia
Dipojok kursi tunggu
pelabuhan jawa
aku titipkan satu
kantung plastik harapan
Entah apa isinya,
entah apa maknanya.
Yang terpenting
bukan perandaian, kita yang tahu ceritanya
Saat aku berharap.
Aku menitipkan pesan jika aku tak kembali pulang
Doakan saja aku,
karena aku pastinya kembali bersama tuhan
Jangan bersedih, aku
berlayar tentu arah
Meski lelah tak
boleh marah tapi bersyukurlah
Jadilah permata yang
baik, permata bagi masa depanmu
Karena pengharapan
itu baik,
Bukan sekadar mimpi
siang bolong
Pengharapan bukan
untuk dipermainkan
Saatnya untuk
kembali menjadi lebih baik, ekspresif
Menjadi diri
sederhana, lebih baik dan terbaik
Ada seorang yang
menitipkan pesan padaku
Be yourself, do the best what you can!
Disudut ruang tunggu
itu
Sejengkal, dua hasta
ada air mata yang menggumpal
Tak sempat
tercurahkan
Ingin saja aku hapus
air matanya
Banyak cerita yang
kita pendam
Tak sempat
terjelaskan
Tapi sayang detik
itu terus berputar melebihi titik 60
Dimana saatnya aku
kembali berlayar, pulang menuai mutiara
Berlari kencang
menuju dermaga
Satu cerita ini di
negeri penuh bayang
kutuliskan saat ku
berlayar ke negeri ujung pandang
Saat permata jauh
menanti disana
Kembali menyusun
kepingan hati yang belum sempurna
Semoga
esok kita berjumpa kembali dengan senja.
